09 April 2008

SEJARAH PERKEMBANGAN PENANAMAN MODAL

Sejarah penanaman modal sebenarnya telah berlangsung berabad-abad lamanya dimulai dengan dimulai dengan terjadinya revolusi besar‑besaran di bidang industri yang ditandai dengan munculnya revolusi industry di Eropa kemudian Amerika lalu Jepang.

Mengapa hal tersebut terkait dengan dengan perkembangan penanaman modal sebab dengan adanya kemajuan di bidang industri, diperlukan fakfor-faktor produksi seperti investasi dan mesin-mesin untuk mengerakkan produksi.

Jepang, setelah meletusnya PD II yang ditandai dengan jatuhnya bom atom di Horoshima dan Nagasaki mengalami kemajuan di bidang industri membutuhkan modal yang besar. Jepang mencapai kecukupan akan modainya dengan suntikan modal dari negara-negara besar yang terlebih dahulu mengalami kemajuan di bidang industry seperti Amerika dan Eropa.

Dengan adanya perubahan politik dan stabilitas ekonomi dengan disertai jangkuan yang jauh akan menghasilkan pertumbuhan industri secara modern.

Apa yang menjembatani antara negara penyuntik modal dengan negara yang membutuhkan modal adalah Perusahaan Transnasional atau Multinatinal Corporation.

Apa yang dimaksud dengan Perusahaan Transnasional atau Multinatinal Corporation

serta darimana asalnya? Perusahaan Transnasional/Multinatinal Corporation adalah sekelompok perusahaan dari berbagai negara yang tergabung menjadi satu terhadap satu strategi menajemen bersama.

Ciri-ciri Perusahaan Transnasional atau multinasional Corporation adalah:

1. Menanamkan modalnya secara iangsung, mandiri fanpa campur fangan pihak lain.

2. Ditandai dengan adanya perusahaan induk dan sekelompok negara dengan satu, keuangan dan teknik.

3. Keseluruhan usaha dan operasinya dalam bentuk suatu strategi dunia yang
terkoordinir.

Perusahaan Transnasional atau Multinatinal Corporation. Pertamakali muncul sejak perusahaan-perusahaan Amerika membentangkan sayapnya keluar Amerika pada tahun 1980-an.

Perusahaan Transnasioanl atau Multinational Corporation dalam tindakanna layaknya sebuah negara. Ada tiga konsep ekonomi politik yang memandang bahwa Perusahaan Transnasional atau Multinational Corporation berpengaruh dalam perekonomian dunia.

1. Konsepsi secara Liberallisme

Menekankan kepada hubungan ekonomi (economic relationship) yang serasi dan seimbang. Paham ini menganggap negara tidak

boleh ikut campur dalam transaksi-transaksi ekonomi yang melewati batas negara disebabkan karena adanya kesamaan kepentingan antara kepentingan nasional suatu bangsa dengan kepentingan kosmpolitan (tingkat dunia).

2. Konsepsi secara Marxisme

Memandang bahwa perekonomian merniliki kelas-kelas ekonomi dengan peningkatan kepentingan kelas yang sebesar-besarnya berdasar ekonomi yang menentukan polifik.

3. Konsepsi secara Merkantilisme

Menganggap bahwa hubungan ekonomi pada intinya adalah bertentangan, dimana tidak ada keselarasan yang mendasari hubungan tersebut oleh karena keuntungan bagi suatu negara atau kelompok adalah kerugian bagi sutu negara atau kelompok lain.

Adapun ketiga konsepsi tersebut tidak mempengaruhi keberadaan MNC ataupun TNC. Mereka masih dapat exist secara nasional dan dinamis.

Secara yuridis masing-masing kesat uan Perusahaan Transnasional atau Multinational Corporation terdaffar sebagai perusahaan di negara penerima modal yang bersangkutan, jadi harus menuruti hukum yang berlaku di tempat negara yang ditanami modal.

Tapi terkadang misi dan visi Transnasional atau Multinational orporation tidak selaras dengan garis dasar dan haluan pembangunan negara-negara penerima modal.(IV/2008)

Tidak ada komentar:

Wise Word

The Knowledgement Can Satisfy Your Need But Not Your Greed